Ragam  

Kantin Boston dan Musik Ambon 

Unknown's avatar

Oleh : Imran Guricci

Saat tiba di Bandara Patimura Ambon pagi itu 03-06-2026, otak saya langsung bereaksi saat mendengar potongan syair  lagu “manise manise, so talalu manise. Sama santan dengan gula so talalu manise,” di ruang pengambilan bagasi.  “Ooooh saya sedang berada di kota musik dunia” batin saya.

File-file di otak saya lalu membuka kisah Dokter Anne Thorndike yang berkeinginan merubah pola makan ribuan staf pada salah satu rumah sakit umum di Boston. Akan tetapi Thorndike tidak ingin mengatakan ini kepada mereka apalagi mendoktrin. Bagaimana bisa ?

Pada akhir tahun 2009 kantin rumah sakit menjadi saksi hal ini. Sang dokter bersama tim melakukan dua hal di kantin: pelabelan warna dan merubah arsitektur pilihan. Makanan/minuman sehat (air mineral) dilabeli warna hijau, kurang sehat warna kuning dan tidak sehat (minuman soda) warna merah. Makanan berlabel hijau diletakan sejajar dengan mata hingga mudah dijangkau, sedangkan makanan berlabel merah ditaruh di bagian bawah. Apa yang terjadi ?

Penjualan makanan tidak sehat turun, bahkan sampai 11,4% untuk minuman soda dan kenaikan yang berarti pada makan sehat, sekitar  25,8% untuk Air Mineral. Perilaku staf rumah sakit berubah tanpa ada pemaksaan. Faktor lingkungan dengan halus masuk ke otak lalu merubah perilaku kita.

Sama seperti orang-orang di kantin Boston yang secara otomatis membeli air mineral karena posisinya paling dekat dan terlihat, masyarakat Ambon senang bermusik karena stimulus lingkungan: instrumen musik, nyanyian dan apresiasi sosial paling “mudah dijangkau”

“Di Ambon sini, kalu use jago manyayi atau main musik use di hargai” kata salah satu penumpang yang antri mengambil bagasi sama saya. “Ana-ana muda kumpul-kumpul manyayi deng gitar sampe malam so jadi budaya di sini”. ungkap abang supir yang mengantarkan saya dan istri dari bandara Pattimura ke pusat kota Ambon.

Boston dan Ambon kasih satu pesan “Rubah lingkungan agar perilaku berubah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *